Area Tumbuh Pohon Jati Solomon Kultur

Meskipun Pohon jati dikenal sebagai penghasil kayu kuat, tetapi Pohon Jati Solomon Kultur ini juga memerlukan kondisi kondusif untuk mendukung pertumbuhannya.


Pohon Jati Solomon Kultur akan menghasilkan kayu yang berkualitas seperti  yang di inginkan apabila tumbuh di Habitat yang sesuai.

Tanah dengan topografi relatif datar (hutan dataran rendah) kemiringan lereng maksimal 20% dan kandungan unsur kimia pokok yang dapat mendukung pertumbuhan jati adalah Kalsium (Ca), Fosfor (P), Kalium (K) dan Nitrogen (N), sedangkan kapasitas bahan organik (humus) optimum antara 1,87-5,55 yang berada dipermukaan dan 0,17-0,19% sekitar 100 cm di bawah permukaan.

Ketinggian tempat maksimal adalah 800 m dpl karena ketinggian tempat lebih dari 800 m dpl tanaman jati tidak dapat tumbuh dengan baik akibat suhu tahunan yang lebih rendah.

Curah hujan minimum untuk tanaman jati adalah 750 mm/tahun, optimum 1000-1500 mm/tahun dan maksimum 2500 mm/tahun. Walaupun demikian tanaman jati masih dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan 3750 mm/tahun.

Curah hujan secara fisik dan fisiologis berpengaruh terhadap sifat gugurnya daun dan kualitas produk kayu. Di daerah dengan musim kemarau panjang tanaman jati akan menggugurkan daunnya dan biasanya lingkaran tahun yang terbentuk lebih artistik.

Suhu udara yang dibutuhkan tanaman jati untuk tumbuh baik minimum 13-17°C dan maksimum 39-43°C. Pada suhu optimum 22-42°C, kualitas kayu jati yang dihasilkan lebih baik.

Kelembaban lingkungan optimum untuk tanaman jati sekitar 80% untuk fase vegetatif dan 60-70% pada fase generatif.
Disqus Comments